Senin, 24 September 2012

Cara Menghipnotis




Cara atau teknik komunikasi yang digunakan untuk
membawa subjek masuk ke dalam kondisi hypnosis disebut
induksi. Dengan induksi, pikiran sadar subjek ”diakali”
sehingga menjadi sibuk, bosan, atau lengah dalam menjaga
pintu gerbang bawah sadar. Dengan demikian, juru hypnosis
dapat langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar
subjek. Ada banyak teknik induksi. Anda dapat belajar dari
berbagai sumber. Yang penting adalah Anda mengerti cara
kerja induksi dan Anda menguasai dengan baik teknik-teknik
induksi dasar. Setelah itu, Anda bisa mencoba berbagai
teknik lainnya.
Dari sekian banyak teknik induksi yang ada semuanya dapat
dikelompokkan menjadi enam teknik dasar. Cara
mempelajari teknik induksi adalah dengan mengerti
bagaimana teknik itu bekerja. Bila Anda menguasai dengan
baik teknik-teknik induksi dasar, Anda akan dapat dengan
mudah menguasai variasinya, dan bila perlu Anda dapat
menggabungkan teknik-teknik dasar ini untuk menghasilkan
teknik-teknik lainnya sesuai kebutuhan Anda. Enam teknik
dasar itu adalah:

1. Fiksasi Mata

Yang dimaksud dengan fiksasi mata adalah subjek diminta
untuk menatap dengan pandangan yang terfokus pada suatu
objek. Objek yang digunakan bisa berupa satu titik pandang,
cahaya lilin, ujung jari kelingking, atau apa saja, yang bila
mata fokus memandang, akan membuat mata lelah. Teknik
fiksasi mata bertujuan untuk membuat pikiran sadar
menjadi bosan sehingga lengah.


2. Relaksasi atau Keletihan Sistem Saraf

Semua teknik induksi yang meminta subjek untuk rileks
secara fisik dan mental, dengan mata tertutup,
menggunakan relaksasi sebagai dasar untuk induksi,
termasuk teknik relaksasi progresif dan induksi Ericksonian
yang menggunakan cerita.

Relaksasi progresif adalah relaksasi fisik sistematis, yang
dimulai dan bagian atas tubuh misalnya dari kepala
kemudian turun ke kaki, atau bisa juga dilakukan dari arah
sebaliknya, yang disertai dengan sugesti dan atau visualisasi
yang bertujuan untuk memperdalam kondisi rileks. Relaksasi
dapat diulangi hingga tubuh telah benar-benar rileks, yang
mengakibatkan pikiran juga sangat rileks sehingga dapat
menghasilkan kondisi trance yang diinginkan.

Sedangkan Eriksonian adalah bentuk hipnosis yang
menggunakan metafora dan menggunakan kondisi fisik
subjek saat relaksasi sebagai masukan agar subjek dapat
masuk ke dalam trance. Misalnya :
 Saya melihat napas anda semakin lambat dan berat yang membuat
Anda semakin lambat dan berat yang berarti Anda semakin
masuk ke dalam kondisi rileks yang dalam.


3. Membingungkan Pikiran

Teknik yang dirancang untuk membingungkan dan membuat
lengah pikiran sadar dapat membuat subjek masuk ke
kondisi hypnosis (trance). Saat pikiran sadar sibuk
memikirkan makna dari apa yang diucapkan atau di lakukan
oleh hypnotist, pikiran sadar menjadi lengah. Dengan
demikian, hypnotist dapat memberikan sugesti yang
langsung masuk ke pikiran bawah sadar. Cara lain adalah
dengan memberikan banyak input secara bersamaan
sehingga pikiran sadar tidak sanggup mengatasi banjir
informasi (overload).




4.Mental Misdirection (Menyesatkan Pikiran)

Mental Misdirection adalah teknik induksi yang

menggunakan respons fisik tententu terhadap sesuatu yang
diimajinasikan.Teknik ini menggunakan uji sugestibilitas
sebagai sarana untuk membawa subjek masuk ke kondisi
hipnosis. Contohnya adalah dengan menggunakan teknik
eye catalepsy, yaitu dengan meminta subjek menutup mata

dan menggerakkan bola mata ke atas, ke arah ubun-ubun.
Kemudian, subjek disugesti bahwa ia tidak dapat membuka
matanya, dan saat subjek tidak dapat membuka mata,
subjek merasa telah masuk ke kondisi hipnosis. Jika subjek
dapat membuka matanya, maka hipnotis harus cepat
menggunakan teknik lain tanpa penlu menjelaskan apa yang
telah terjadi.

5.Kehilangan Keseimbangan


Teknik Kehilangan Keseimbangan adalah teknik yang
dilakukan sambil menggerakkan sebagian atau seluruh
tubuh subjek. Para ibu sering menggunakan teknik ini saat
mengayun-ayun anaknya agar tidur. Contoh lain adalah
orang yang duduk di kursi goyang, yang bila menggoyang-
goyangkan kursinya, akan semakin rileks dan akhirnya
tertidur.

6. Shock Induction (Kejutan pada Sistem Saraf)

Ada dua cara yang digunakan untuk dapat secara cepat
mengalihkan pengawasan pikiran sadar terhadap pintu
gerbang bawah sadar. Bila ini berhasil dilakukan, pikiran
bawah sadar akan dapat diakses dengan cepat dan leluasa.
Cara pertama adalah dengan membuat pikiran sadar
menjadi bosan (misalnya dengan Eriksonian dan relaksasi
progresif) dan yang kedua adalah membuat pikiran sadar
“kaget”.


Caranya adalah dengan memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka sehingga pikiran sadar, untuk sesaat,

menjadi bingung karena berusaha mencari makna dan

kejadian itu. Pada saat pikiran sadar “kaget”, pintu gerbang

bawah sadar terbuka untuk sesaat, karena penjaganya

sedang lengah, dan pada saat itu dapat dimasukkan sugesti

ke dalam pikiran bawah sadar. Sugesti yang dimasukkan

bisa berupa perintah agar subjek menjadi rileks, atau tidur.

Teknik induksi yang menggunakan kejutan pada sistem

saraf biasa disebut juga dengan teknik induksi cepat. Bila

dibakukan dengan tepat dan efektif, teknik ini dapat dengan

cepat membawa subjek masuk ke kondisi hypnosis yang

dalam.

Dalam melakukan induksi, seorang hypnotist perlu dengan

hati-hati memilih pendekatan untuk menyampaikan sugesti

atau induksi. Pendekatan yang dipilih bergantung pada

kepribadian subjek yang akan diinduksi. Ada dua

pendekatan yang dapat digunakan, yaitu:


1. Authoritarian (Paternal)



Pada pendekatan authoritarian, hypnotis secara langsung

meminta atau memerintahkan subjek untuk menjalankan

sugesti yang diberikan. Pendekatan ini sangat cocok untuk

subjek yang patuh atau memiliki tingkat sugestibilitas

tinggi. Pendekatan ini banyak digunakan pada stage hypnosis.





2. Permissive (Maternal)


Pendekatan permissive lebih bersifat ajakan dan

disampaikan dengan lembut. Dalam hal ini, subjek diajak,

didorong secara halus, dan diarahkan dengan lembut

untuk mengikuti sugesti yang diberikan oleh hypnotist.

Pendekatan permissive banyak digunakan dalam

hypnotherapy.

Mungkin itu teori yang saya bisa berikan saat ini, untuk metode praktiknya menyusul yah??? 
terimakssih :)






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar